PENETAPAN BATAS WAKTU PENGGUNAAN SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN UNTUK MENJAMIN PELUNASAN KREDIT TERTENTU SEBAGAI PENGGANTI DARI PERKABAN NOMOR 4 TAHUN 1996, YANG INTINYA ADALAH MEMBAHAS TENTANG JANGKA WAKTU BERLAKUNYA SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN (“SKMHT”)

 In News & Events

Reported by Fabian Falisha:

Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional telah menerbitkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (“Perkaban”) No 22 Tahun 2017 tentang Penetapan Batas Waktu Penggunaan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan Untuk Menjamin Pelunasan Kredit Tertentu Sebagai Pengganti Dari Perkaban Nomor 4 Tahun 1996, yang intinya adalah membahas tentang Jangka Waktu Berlakunya Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (“SKMHT”) sebagai berikut:

  1. SKMHT berlaku sampai dengan berakhirnya Perjanjian Pokok:
  • Kredit/Pembiayaan/Pinjaman untuk nasabah Usaha Mikro dan Usaha Kecil (usaha produktif milik perserorangan dan/atau badan usaha perorangan);
  • Kredit/Pembiayaan/Pinjaman untuk pengadaan rumah (kepemilikan atau perbaikan) dengan luas tanah maks 200 m² dan luas bangunan maks 70 m²;
  • Kepemilikan atau perbaikan Kapling Siap Bangun dengan luas tanah 54 – 72 m² dan kredit yang diberikan untuk membiayai bangunannya;
  • Kredit/Pembiayaan/Pinjaman produktif dengan plafon sampai dengan Rp200 juta;

2. SKMHT berlaku sampai 3 (tiga) bulan, terhadap hak atas tanah yang sertifikatnya dalam pengurusan dengan kriteria sebagai berikut:

  • Kredit/Pembiayaan/Pinjaman produktif untuk usaha mikro/usaha kecil dengan plafon kredit 50 – 250 juta;
  • Kredit/Pembiayaan/Pinjaman pengadaan RUKO oleh Usaha Mikro/Usaha Kecil dengan paling luas sebesar 200 m² dan luas bangunan paling luas sebesar 70 m² dengan plafon tidak melebihi Rp250 juta yang dijamin dengan hak atas tanah yang dibiayai pengadaannya dengan kredit/pembiayaan/pinjaman tersebut

Perkaban No 22 Tahun 2017 ini diterbitkan guna menghindari habisnya jangka waktu SKMHT yang berakibat akan tidak adanya tanggungan/jaminan atas pelaksanaan Kredit/Pembiayaan/Pinjaman dan sangat berpotensi besar terjadinya permasalahan antar Nasabah dan Bank khususnya dari sisi Perbankan.

Recent Posts

Send this to a friend