PENYELESAIAN GANTI RUGI TAHAP PRA PERJANJIAN DENGAN ADAPTASI DOKTRIN PROMISSORY ESTOPPEL

 In Articles

Laurences Aulina

Pada tahap perundingan atau preliminary negotiation yaitu sebelum perjanjian sah dan mengikat para pihak, dimungkinkan terjadinya permasalahan hukum. Apabila salah satu pihak telah melakukan perbuatan hukum, padahal belum tercapai kesepakatan final antara mereka mengenai perjanjian yang disepakati. Hal ini dapat terjadi atas dasar kepercayaan salah satu pihak pada rekannya. Jika pada akhirnya perundingan mengalami jalan buntu (deadlock) dan tidak tercapai kesepakatan, maka tidak dapat dituntut ganti rugi atas segala biaya, investasi yang telah dikeluarkannya.

Pada aturan hukum di Indonesia, tidak diatur secara tegas perlindungan hukum mengenai ganti kerugian pada tahap pra perjanjian. KUHPerdata hanya mengatur ganti rugi yang dapat dituntut jika terjadi wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Bagaimana penyelesaian hukum atas sengketa yang timbul pada tahap pra perjanjian?

Tahap Pra Perjanjian

Pada kalangan pengusaha, tahap pra perjanjian sering disamakan dengan Memorandum of Understandings (MoU) sebelum mengikatkan diri ke dalam perjanjian yang mengikat. Memorandum of Understandings (MoU) atau nota kesepahaman adalah pernyataan tertulis yang merincikan kesepahaman awal dari pihak-pihak yang akan mengikatkan diri ke dalam suatu perjanjian atau perjanjian lainnya.

Sebelum perjanjian disusun, ada empat hal yang harus diperhatikan oleh para pihak. Keempat hal itu meliputi, identifikasi para pihak, penelitian awal aspek terkait, pembuatan Memorandum of Understanding (MoU), dan negosiasi.

Sesuai dengan ketentuan pada Pasal 1320 KUHPerdata, untuk sahnya suatu perjanjian atau perjanjian diperlukan 4 (empat) syarat sah, yakni:

  1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;
  2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
  3. Suatu hal tertentu;
  4. Suatu sebab yang halal.

Doktrin Promissory Estoppel

Doktrin promissory estoppel ini merupakan doktrin yang berkembang di sistem hukum common law, yakni di Negara Inggris dan Amerika Serikat. Konsep estoppel ini pada dasarnya adalah hukum pembuktian dimana seseorang dilarang menyangkal bukti yang sudah terbukti secara tegas dan nyata dalam persidangan. Estoppel berhubungan erat dengan surat permohonan pelepasan tuntutan.

Pengadilan di Amerika Serikat mengembangkan doktrin promissory estoppel untuk mengatasi situasi dimana perjanjian yang belum memenuhi syarat hal tertentu, tetapi salah satu pihak karena atas dasar kepercayaan pada rekannya dalam proses negosiasi, melakukan perbuatan hukum seperti melakukan investasi. Namun, kemudian pihak yang memberikan penawaran/kesepakatan menarik kembali kesepakatannya sehingga salah satu pihak menderita kerugian.

Pengadilan memberikan penggugat reliance damages berupa ganti rugi atas kerugian yang nyata dan bukan expectation damages yaitu kehilangan keuntungan yang diharapkan. Penggugat tidak menerima expectation damages karena memang belum ada perjanjian antara penggugat dan tergugat. Reliance loss dilindungi oleh doktrin promissory estoppel.

Pada intinya konsep estoppel ini merupakan larangan untuk mengingkari janji dengan mengugurkan atau mencegah segala bentuk argumentasi yang bertentangan dengan apa yang telah dilakukan/dikatakan seseorang walaupun tidak secara tegas perjanjikan karena berdasarkan tindakan tersebut, tersebut pihak lain dapat mebuat suatu asumsi atau meyakini akan adanya suatu perjanjian. Sederhananya, suatu gugatan ingkar janji hanya dapat di buat apabila telah ada perjanjian sebelumnya, namun karena ada kemungkinan salah satu pihak dapat dirugikan pada saat perjanjian itu belum terjadi, maka doktrin promissory estoppel ini akan menjadi argumen pembantu bagi pihak yang dirugikan.

Konsep hukum ini menitiberatkan perlindungan terhadap pihak yang dapat dirugikan karena tidak jelasnya suatu hal yang diperjanjikan atau disebut juga consideration.

Adaptasi Doktrin Promissory Estoppel Pada Hukum Perjanjian Indonesia

Proses diterimanya lembaga atau aturan hukum asing ke dalam sistem hukum suatu negara disebut dengan transpalantasi atau adaptasi hukum. Diartikan sebagai perpindahan suatu aturan atau sistem hukum atau bagian dari sistem hukum dari suatu negara ke negara lain atau dari suatu bangsa ke bangsa lain. Istilah yang menjelaskan terjadinya perpindahan atau peniruan atau pengoperan atau diterapkannya suatu aturan, sub atau sub-sub sistem hukum tersebut beragam. Ada yang mengistilahkan dengan transposisi hukum, ada yang mengistilahkan adopsi hukum, resepsi hukum, pengoperan hukum.

Sesuai dengan apa yang dijelaskan di atas, bahwa adopsi atau adaptasi hukum dapat terjadi karena ada kemiripan atau kesamaan antara dua sistem hukum sehingga dapat bertemu. Dengan kata lain, apabila doktrin promissory estoppels yang berasal dari sistem hukum common law bisa diadaptasi atau diadopsi oleh Indonesia yang menganut sistem hukum civil law, maka harus dicari persamaan diantara sistem hukum common law dan civil law dalam hal hukum perjanjian.

Para pihak yang tidak mencapai kata sepakat atau kesulitan mencapai kata sepakat dalam tahap pra perjanjian atau bahkan salah satu pihak sudah menderita kerugian saat tahap pra perjanjian, kemudian penyelesaian damai secara kekeluargaan tidak tercapai, maka salah satu jalan dapat ditempuh oleh mereka adalah perkara tersebut diajukan kepada Pengadilan Negeri berwenang, yaitu dengan dibuatnya surat gugatan perdata (burgelijk vordering, civil suit).

Terkait dengan sengketa pra perjanjian yang terjadi antara para pihak dimana peraturan perundang-undangan di Indonesia khususnya KUHPerdata dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan perjanjian belum mengatur mengenai akibat hukum terhadap “janji-janji” pra perjanjian, maka apabila terjadi sengketa di tahap negosiasi, hakim bisa melakukan metode penafsiran hukum atau juga bisa melakukan penemuan hukum sehingga bisa mengisi kekosongan hukum untuk bisa menyelesaikan sengketa tersebut. Dalam mengisi kekosongan hukum terhadap sengketa pra perjanjian yang terjadi, hakim bisa melakukan studi perbandingan hukum yakni dengan melakukan studi kasus pra perjanjian yang terjadi di negara lain seperti kasus pra perjanjian yang terjadi negara common law, Inggris dan Amerika Serikat.

Sebenarnya teori ini tercermin dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata yang menyatakan bahwa perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. Ketentuan ini menyebutkan penerapan asas itikad baik hanya pada pelaksanaan perjanjian saja, bukan pada tahap pra perjanjian. Berbeda dengan negara-negara maju dalam sistem civil law, seperti Perancis, Belanda dan Jerman. Pengadilan di sana memberlakukan asas itikad baik bukan hanya dalam tahap penandatanganan dan pelaksanaan perjanjian tetapi juga dalam tahap perundingan (the duty of good faith in negotiation), sehingga janji-janji (consideration) pra perjanjian mempunyai akibat hukum dan dapat dituntu ganti rugi jika diingkari.

Pengaturan itikad baik dalam KUHPerdata terdapat juga dalam Pasal 530, 531, 548, 1965, 1966, dan 1977 ayat (1) yang disebut dengan itikad baik subjektif. Konsep itikad baik subjektif atau itikad baik pada waktu mulai berlakunya hubungan hukum ini sebenarnya ialah itikad baik pada tahap pra perjanjian. Namun, memang tidak ada pasal yang menyatakan secara tersurat.

Kesimpulan

Pengaturan penyelesaian ganti rugi pada tahap pra perjanjian menurut sistem hukum di Indonesia belum diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Dengan adanya doktrin Promissory Estoppel, para pihak yang merasa dirugikan bisa menuntut haknya melalui pengadilan dan mendapat ganti kerugian atas kerugian yang nyata (reliance loss). Secara singkat doktrin ini merupakan larangan untuk mengingkari janji meskipun belum dituangkan pada perjanjian secara jelas yang menimbulkan kerugian yang nyata pada pihak lain.

Pada dasarnya doktrin ini tercermin pada asas itikad baik yang terdapat dalam Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata yang menyatakan pelaksanaan itikad baik hanya pada pelaksanaan perjanjian saja. Namun, dengan adanya doktrin ini dapat meng-cover perlindungan hukum pada tahap pra perjanjian juga.

Recent Posts

Send this to a friend