KETENTUAN HUKUM KELALAIAN PEMILIK HEWAN PELIHARAAN SEHINGGA MENGOTORI HALAMAN RUMAH TETANGGA

 In Articles

Gianvilla Erry Chandra A.D.H., S.H.

      Hewan peliharaan merupakan mahluk hidup yang sangat perlu penanganan khusus serta perhatian yang cukup dalam kesehariannya, hewan peliharaan adalah tanggung jawab penuh pemiliknya. Seorang pemilik tentu perlu menggunakan waktu, biaya dan tenaga guna menjaga hewan yang ia pilih sebagai peliharaannya. Setidaknya terdapat tiga regulasi yang mengatur tentang perlindungan hewan peliharaan di Indonesia yaitu pasal 302 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang No 18 Tahun 2012 tentang peternakan dan Kesehatan hewan dan PP No 95 tahun 2021 tentang Kesehatan masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan hewan.

Pemeliharaan serta penjagaan hewan butuh usaha penuh agar hewan peliharaan terutama di lingkungan perkomplekan tidak menggangu atau mengusik hewan maupun tetangga disekitarnya. Suara raungan maupun suara-suara jenis hewan peliharaan lainnya pun patut untuk diperhatikan agar tidak menimbulkan suatu kegaduhan berkepanjangan. Akibat lalainya pemilik terhadap hewan peliharaannya, kerap kali juga membuat hewan tersebut membuang kotorannya sembarangan. Maka, dalam hal ini bagaimana hukumnya bagi pemilik yang lalai sehingga hewan peliharaannya mengotori halaman rumah tetangga? Apakah ada sanksi hukum bagi pemilik hewan tersebut?

KETENTUAN PERDATA

Melihat dari segi ketentuan hukum positif di Indonesia bahwa berdasarkan kasus ini tidak ada pasal secara jelas dan tegas yang menyatakan akibat hukum bagi pemilik yang lalai akibat kotoran hewannya, namun jika dikorelasikan terhadap kerugian tetangga sehingga harus membersihkan ataupun menghalangi aktivitasnya maka dapat kita lihat di dalam Pasal 1365 dan Pasal 1368 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang menyatakan:

Tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.”

Selain itu, terhadap hewan peliharaannya pemilik mempunyai tanggung jawab penuh yang ditegaskan di dalam pasal 1368 KUHPerdata:

Pemilik binatang, atau siapa yang memakainya, selama binatang itu dipakainya, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh binatang tersebut, baik binatang itu ada di bawah pengawasannya maupun binatang tersebut tersesat atau terlepas dan pengawasannya.”

Pada dasarnya pasal ini dapat menjadi pembelaan jika seseorang merasa terganggu. Namun, perlu diperhatikan dalam hal ini orang yang terganggu tersebut ingin menggugat pemilik hewan, maka harus ada unsur melawan hukum yang menimbulkan suatu kerugian yang dapat dibuktikan dan dalam kasus ini pemilik hewan memang dapat dibuktikan sebagai pihak yang betul lalai dan tidak bertanggung jawab dalam melepaskan hewan peliharaannya.

KETENTUAN PIDANA

Sama halnya dengan ketentuan pidana, dalam aturan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tidak ada yang mengatur secara tegas mengenai kotoran hewan peliharaan di halaman rumah tetangga, namun dalam hal kewajiban dan tanggung jawab pemiik hewan peliharaan jika hewan menimbulkan suatu kerugian terhadap orang lain maka yang berlaku adalah pasal 490 KUHP yang berbunyi:

Diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah:

  1. barang siapa menghasut hewan terhadap orang atau terhadap hewan yang sedang ditunggangi, atau dipasang di muka kereta atau kendaraan, atau sedang memikul muatan;
  2. barang siapa tidak mencegah hewan yang ada di bawah penjagaannya, bilamana hewan itu menyerang orang atau hewan yang lagi ditunggangi, atau dipasang di muka kereta atau kendaraan, atau sedang memikul muatan;
  3. barang siapa tidak menjaga secukupnya binatang buas yang ada di bawah penjagaannya, supaya tidak menimbulkan kerugian;
  4. barang siapa memelihara binatang buas yang berbahaya tanpa melaporkan kepada polisi atau pejabat lain yang ditunjuk untuk itu, atau tidak menaati peraturan yang diberikan oleh pejabat tersebut tentang hal itu.

Namun, secara terspesifikasi aturan ini hanya mengatur terhadap pemilih hewan yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain dalam bentuk serangan yang dilakukan oleh hewan peliharaan, maka secara tegas di dalam KUHP tidak ada yang mengatur pertanggungjawaban pemilik hewan terhadap hewannya yang mengotori halaman rumah tetangga.

KESIMPULAN

Kesimpulannya jenis kasus ini merupakan jenis kasus yang jika dapat dibuktikan maka jalur yang dapat digunakan adalah gugatan perdata berdasarkan 1365 KUHPerdata. Namun, perlu ada unsur yang terpenuhi terlebih dahulu yaitu unsur perbuatan melawan hukum yang menimbulkan banyak kerugian dan adanya kelalaian dari pemilik hewan yang membebaskan hewan peliharaannya sehingga mengotori halaman rumah tetangga lainnya. Pada dasarnya permasalahan ini merupakan permasalahan yang sangat sepele, tidak perlu melalui jalur pengadilan karena tidak banyak yang perlu dipertahankan ataupun diperjuangkan. Maka seyogyanya, penulis sarankan perlu diselesaikan secara baik-baik/kekeluargaan dan pemilik perlu mempertanggung jawabkan kelalaiannya dengan cara meminta maaf dan membersihkan kotoran tersebut serta berjanji untuk lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya kedepan.

Recent Posts

Send this to a friend