SENGKETA MEREK DAGANG DALAM PERKARA PIDANA

 In Cases Summary

Revy Kresindo

KASUS POSISI :

  • Eddie Purwanto, pengusaha di Kota Semarang melakukan usaha menjual Spiritus yang berasal dari sumbernya.
  • Eddie melakukan pengepakan/Kemasan (packing) spiritus tersebut dalam kantong-kantong plastic yang berisi satu liter spiritus.
  • Usaha pengepakan spiritus dalam kantong-kantong plastik tersebut dimulai semenjak tahun 1984 dengan memakai merek dagang “COMAL” Terdaftar No.85327 yang berlaku selama 10 tahun sejak 14 September 1984 sampai dengan 14 September 1994 yang kemudian diperpanjang dengan No.338616 sertifikat A.0938 tanggal 10 Oktober 1996 oleh Direktorat Merek Dep. Kehakiman Rl.
  • Ciri “merek dagang” spiritus yang dijual Eddie No.85327 tersebut sebagai berikut :
  • Tiap kemasan spiritus berisi satu liter.
  • Tiap kemasan kantong plastic dibungkus lagi dengan kantong plastik luarnya tercantum merek “COMMAL” ada pegangan berbentuk hati warna biru dengan tulisan merek COMMAL No. 185327.
  • Logo bersegi empat dengan dasar merah putih dan ditengah ada garis dasar merah dan putih bertuliskan  COMMAL  dengan kata-kata : “pilihlah selalu spiritus Asli 94 persen”.
  • Dikota Semarang, tahun 1996 berdiri Toko “U.D. COMAL SANTOSA “, miliknya Tangkas Marwoto Salimin, dengan izin usaha dari kantor perindustrian dan perdagangan Jawa Tengah tanggal 18 Juli 1996 No.01/ll.01/PM/G/VII/1996, atas nama pemiliknya Tangkas Marwoto Salimin.
  • “UD. COMAL SANTOSA”, ini melakukan usaha pengepakan/ kemasan (packing) spritus dan menjual spritus tersebut yang diperoleh dari sumbernya yaitu COMAL.
  • Mulyono member izin kepada UD. COMAL SENTOSA (Tangkas Marwoto) untuk memakai logo COMAL tersebut untuk merek spiritus yang dijualnya. Disamping itu berdasarkan surat dari Direktur Hak Cipta Dep.  Kehakiman tanggal 31 Oktober 1996 No. H2 – HC.03.10-40, dinyatakan  bahwa UD. COMAL SENTOSA  (Tangkas  Marwoto) diizinkan memakai logo COMAL sebagai merek.
  • Pada tahun 1997, Tangkas Marwoto memakai merek dagang MEBEL, dengan etiket meja, kursi dan almari, merek “C.M.L” No.375526, untuk barang spiritus dalam kemasan kantong plastik.
  • Eddie Purwanto yang mengepak spiritus dalam kantong plastic bermerk COMMAL Reg No.185327 sejak 14 September 1984 tersebut merasa dirugikan dengan beredarnya spiritus dalam kantong plastik, berlogo COMAL, merek mebel, dengan Reg. Hak Cipta/HC=No.015777, yang dikemas oleh U.D. COMAL SENTOSA, miliknya Tangkas Marwoto tersebut.
  • Eddie Purwanto mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tentang merek COMAL yang dimiliki oleh UD. COMAL SENTOSA yang dinilai merugikan Eddie, karena merek  COMAL tersebut ada persamaan dengan  merek COMAL miliknya  Eddie Purwanto.
  • Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam putusannya No.130/Pdt.G/1997 tanggal 16 Juni 1998 menyatakan bahwa Eddie Purwanto adalah pemiliknya satu-satunya dari merek dagang COMMAL    Nomor 185327 untukbarang spiritus dalam Kemasan plastik. Putusan ini masih dalam pemeriksaan Kasasi di Mahkamah Agung dengan No.110 K/Pdt/1999.
  • Disamping mengajukan gugat perdata, pada tahun 1996, Eddie melaporkan pula ke Kepolisian tentang adanya peniruan merek COMMAL yang dilakukan oleh Tangkas Marwoto tersebut.
  • Kejaksaan Negeri Semarang mengajukan Tangkas Marwoto Salimin, sebagai  Terdakwa di pengadilan Negeri Semarang dengan Surat Dakwaan dimana Terdakwa tersebut didakwa melakukan Tindak Pidana ex pasal 82 UU No. 19 tahun 1992 tentang Merek yaitu : dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek COMAL pada Kemasan spiritus hasil produksi, yang sama pada pokoknya dengan merek terdaftar COMMAL pada kemasan spiritus miliknya Eddie Purwanto.
  • Kemasan spiritus dalam plastik yang diproduksi oleh Terdakwa, Tangkas Marwoto dengan Merek COMAL – HC.015777 mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Kemasan spiritus yang diproduksi oleh Eddie Purwanto merek COMMAL – terdaftar pada Direktur Hak Cipta dan Merek Dep. Kehakiman RI dengan  Nomor  185327 tanggal 14 September 1984 diperpanjang izinnya 10 tahun = September 1994.

PENGADILAN NEGERI :

  • Majelis Hakim dalam persidangan setelah mendengar para saksi, surat bukti, saksi ahli dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum serta pledooi Penasehat Hukum  Terdakwa, member putusan dengan pertimbangan hukum yang inti pokoknya sebagai  berikut :
  • Terdakwa didakwa melanggar pasal 82 dari UU No. 19/tahun 1992 tentang merek yang unsurnya :
  1. Setiap orang.
  2. Dengan sengaja dan tanpa hak.
  3. Menggunakan merek.
  4. Yang sama pada pokoknya dengan merek terdaftar milik orang lain/Badan Hukum lain.
  • Meskipun UU No. 19 tahun 1992 telah diubah dengan UU No. 14 tahun 1997, namun Majelis akan mempertimbangkannya sesuai dengan pasal 82 dari UU No. 19 tahun 1992 yang didakwakan Jaksa kepada terdakwa, sebab UU No. 14/tahun 1997 tidak mengatur dengan tegas tentang hal tersebut.
  • Unsur pertama : barang  siapa, telah terbukti, pelakunya adalah
  • Unsur Kedua : dengan sengaja dan tanpa hak dalam persidangan adalah tidak terbukti dengan alasan : Terdakwa memakai logo COMAL telah terdaftar pada  Direktorat  Hak Cipta dengan No. 015777 atas izin penciptaannya “ Logo COMAL” yaitu Mulyono dan telah memperoleh izin dari Ditjen Hak Cipta sesuai dengan suratnya No. H2.HC.03.10.40 tanggal 31 Oktober  1996 yang isinya: boleh saja ciptaan “Logo COMAL” tersebut dipakai sebagai merek dagang dan ditempelkan pada pembungkus barangnya.
  • Disampingnya itu keterangan saksi ahli Basri Ismail, SH dari Ditjen Hak Cipta Dep. Kehakiman, Kedua merek COMAL tersebut, tidak mengandung persamaan pada pokoknya.
  • Dari hal tersebut diatas, Majelis Hakim Pengadilan Negeri berpendapat bahwa unsur sengaja dan melawan hak, adalah tidak terbukti.
  • Oleh karena salah satu unsur dari Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut tidak terbukti, maka unsur selebihnya tidak perlu dibuktikan lagi.
  • Dari uraian diatas ini, maka Majelis Hakim Pengadilan Negeri berpendapat, bahwa pidana yang didakwakan, tidak terbukti secara sah meyakinkan, sehingga terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan Jaksa
  • Akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri member putusan yang amarnya sebagai berikut :
  • Mengadili :
  1. Menyatakan terdakwa Tangkas Marwoto Salimin tersebut tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum.
  2. Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan.
  3. Memulihkan hak terdakwa, kemampuan,  kedudukan dan harkat serta martabatnya.
  4. Membebankan ongkos perkara Kepada Negara.
  5. Memerintahkan barang bukti berupa : ………dst……..dst………..dst.

MAHKAMAH AGUNG RI  :

  • Terhadap putusan Pengadilan Negeri tersebut diatas yang membebaskan terdakwa Tangkas  Marwoto dari segala  Dakwaan Jaksa,  maka Jaksa Penuntut Umum menolak putusan tersebut dan mengajukan pemeriksaan kasasi  ke Mahkamah Agung  dengan mengemukakan beberapa keberatan dalam Memori kasasi.
  • Majelis Mahkamah Agung yang mengadili perkara kasasi ini dalam putusannya mempertimbangkan lebih dulu tentang  permasalahan  dapat atau tidaknya permohonan kasasi ini diterima  oleh Mahkamah Agung sehubungan dengan putusan Pengadilan Negeri amarnya bersifat membebaskan Terdakwa dari segala tuduhan Jaksa  berkaitan  dengan pasal  244 KUHAP.
  • Terhadap permasalahan diatas, Majelis berpendirian bahwa mengacu pada putusan Mahkamah  Agung No.110.K/Pdt/1999  yang telah berkekuatan hukum tetap, dinyatakan bahwa Eddie Purwanto sebagai satu-satunya pemilik merek dagang COMMAL dan terdakwa   (Tangkas Marwoto )  dinyatakan telah tanpa hak menggunakan merek dagang COMAL miliknya orang lain  (Eddie Purwanto).
  • Berdasarkan atas putusan kasasi perdata Mahkamah Agung Diatas, maka Jaksa penuntut Umum telah dapat membuktikan bahwa putusan pengadilan Negeri tersebut adalah “Putusan Bebas tidak murni”, sehingga permohonan kasasi pidana yang diajukan oleh Jaksa atas putusan Pengadilan  Negeri Semarang  243/Pid.B/1999/PN.Smg,  tanggal  16 Maret 1999 dapat diterima oleh Mahkamah Agung dan selanjutnya putusan Pengadilan Negeri Semarang tersebut tidak dapat dipertahankan lagi dan harus dibatalkan serta majelis Mahkamah Agung akan mengadili sendiri perkara ini.
  • Dengan telah terbuktinya Terdakwa, Tangkas Marwoto telah menggunakan tanpa hak merek dagang “COMMAL”, miliknya Eddie  Purwanto untuk barang jenis spiritus yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek dagang milik orang lain, maka hal ini, terdakwa Tangkas Marwoto harus dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana ex pasal 82 dari UU No. 19/tahun 1992, dan harus dijatuhi pidana yang setelah dipertimbangkan oleh Majelis Agung, hal-hal yang memberatkan dan hal yang meringankan, maka akhirnya diberikan putusan yang amarnya pada pokoknya sebagai berikut :
  • Mengadili :
  • Mengabulkan permohonan kasasi dari permohonan Jaksa Penuntut Umum………………dst.
  • Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Semarang No.234/Pid.B/1999/PN.Smg.

Mengadili  Sendiri :

  1. Menyatakan Terdakwa Tangkas Marwoto Salimin terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana : “Dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada pokoknya dengan merek Terdaftar milik orang lain untuk barang sejenis”.
  2. Menghukum Terdakwa tersebut dengan hukuman pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan denda 1.000.000,- (satu juta rupiah).
  3. Memerintahkan pidana penjara tersebut tidak usah dijalani, kecuali kalau dikemudian hari dengan putusan hakim…………dst……………dst…………….dst……………
  4. Menyatakan barang bukti berupa…………….dst…………..dst…………….dst.

CATATAN :

  • Kaidah Hukum/Abstrak Hukum yang dapat diangkat dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas sebagai berikut :
  • Mengacu Pada Putusan Perdata dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.130/Pdt.G/1997/PN.Jkt.Pst tanggal 16 Juni 1998 yang dikuatkan oleh putusan kasasi perdata dari Mahkamah Agung dikuatkan oleh putusan kasasi perdata dari Mahkamah Agung No.110.K/Pdt/1999 yang amarnya menyatakan bahwa Tergugat (Tangkas Marwoto Salimin) tanpa hak telah menggunakan merek dagang  COMAL untuk jenis barang spiritus yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek dagang orang lain (Eddie Purwanto), maka putusan perdata tersebut secara juridis menjadi dasar dan bukti bagi pengadilan  pidana untuk menyatakan  bahwa  Terdakwa , Tangkas Marwoto Salimin, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak pidana ex pasal 82 dari UU No. 19/tahun 1992 tentang merek,  seperti yang didakwakan oleh Jaksa  Penuntut Umum dalam Surat
  • Putusan Perkara gugatan Perdata yang telah berkekuatan hukum tetap dapat digunakan sebagai bukti didalam Perkara Pidana, vide pasal 1916 ayat 2 No.3 dari B.W dan H.R.30 Juni 1938 – NJ. 1938 – 1055, yang intinya : kekuatan pembuktian dari putusan perkara perdata untuk digunakan sebagai bukti didalam putusan perkara pidana, hal itu diserahkan kepada kebijaksanaan dan pertimbangan Hakim.
  • Permasalahan hukum tentang merek dagang yang semula diatur dengan UU No. 19/tahun 1992 yang kemudian diubah dengan UU No.14/tahun 1997 telah diperbaharui lagi dengan UU No.15/tahun 2001.
    Demikian catatan atas putusan diatas
  • Pengadilan Negeri Semarang No.  243/Pid. B/PN.Smg, tanggal 16 Maret 1999
  • Mahkamah Agung RI No. 1268.K/Pdt/2000, tanggal 14 Juni 2001.

Majelis terdiri dari : Soeharso, SH. Sebagai Ketua Sidang dengan Anggota : H. Soekirno, SH dan Prof. DR. Muladi, SH serta F. Willem Saija, SH Panitera Pengganti.

Recent Posts

Send this to a friend