MENILIK KASUS JOHNNY DEPP VS AMBER HEARD

 In Articles

Gianvilla Erry Chandra A.D.H., S.H., M.Kn.

Kasus Johnny Depp melawan Amber Heard merupakan kasus yang sangat mengemparkan tidak hanya dunia entertainment, namun juga dunia hukum, pasalnya Johnny Depp atau yang biasa disapa dengan Johnny, merupakan Aktor yang sangat terkenal melalui filmnya “Pirates Of The Caribbean”. Bahwa baru-baru ini persidangan kasus tersebut telah mencapai putusan, yang mana Hakim Penney Azcarate memenangkan Gugatan Johnny yaitu terkait pencemaran nama baik. Adapun keputusan itu merupakan hasil dari penilaian juri dipersidangan tersebut. Apa itu juri? Mengapa penilaian juri dapat mempengaruhi putusan hakim?.

Sebelumnya persidangan yang telah dilangsungkan selama 6 (enam) Minggu, memutuskan Amber Heard bersalah melakukan pencemaran nama baik dengan penerbitan artikel yang di tulisnya di The Washington Post, pada tahun 2018, yang mana Johnny Depp mendapatkan total ganti rugi yaitu sebesar USD15 juta atau sekitar Rp218.000.000.000 (dua ratus delapan belas miliar rupiah).

Selain itu perlu diketahui bahwa Johnny Depp sebelumnya melakukan penuntutannya pada tabloid “The Sun” di Persidangan Negara Inggris dan berujung dengan kekalahan. Namun, kemenangan Johnny atas Amber Heard di Amerika Serikat menjadi suatu hal yang sangat mengejutkan tentunya, sebagaimana kita ketahui bahwa Inggris dan Amerika memiliki sistem hukum yang sama yaitu sistem hukum Common Law atau yang sering disebut sebagai Sistem Hukum Anglo Saxon, adapun asas yang dianut di dalam sistem ini adalah “The Binding Force Of Precedent, Et Queta Non Movere” yang artinya adalah “Keputusan hakim pada perkara sebelumnya yang sejenis mengikat hakim berikutnya pada perkara sejenis berikutnya”.

Bahwa dalam persidangan Pengadilan Johnny vs Heard yang diketahui dilaksanakan di Fairfax County, Virginia, Amerika Serikat, menganut sistem hukum juri, dalam sistem hukum ini juri merupakan kunci penting suatu putusan di dalam pengadilan. Perlu untuk diketahui bahwa “Juri” bukan merupakan kumpulan dari pakar-pakar maupun ahli-ahli hukum, namun juri berasal dari kalangan-kalangan masyarakat yang memiliki relevansi situasi dengan pihak yang bersengketa, yang bertujuan memberikan referensi bagi para hakim di sistem Peradilan Anglo Saxon (Ruth B Ginder, 2011), maka dari itu dalam hal ini logika merupakan peran utama Johnny Depp dimenangkan dalam kasus ini.

Camile Vasquez sebagai penasihat hukum Johnny berhasil melayangkan suatu konstruksi kebenaran yang tervalidasi oleh para Juri, logika yang cukup mengena dipikiran logis para juri itu merupakan suatu komponen yang tidak berhasil dibangun oleh pihak Amber Heard.

Munculnya nama Katemoss menjadi suatu penentu bagi para pengamat proses berjalannya sidang Johnny vs Amber, dimana kehadiran Katemoss di hadapan Pengadilan tersebut merupakan suatu malapetaka bagi pihak Amber Heard. Berawal dari dalil pihak Amber yang kemudian membawa keputusan persidangan untuk menghadirkan Katemoss yang justru memberikan kesaksian/keterangan sebaliknya dengan apa yang telah di dalilkan pihak Amber Heard. Yang mana hal ini menjadi suatu pengaruh yang signifikan bagi psikologi para juri yang hadir di persidangan itu.

Selain itu Pemeriksaan Silang (Cross Examination) juga menjadi penentu yang juri harapkan guna mengkonstruksikan suatu peristiwa. Di kutip dari kamus istilah hukum Pemeriksaan Silang adalah “Bila mana seorang saksi dari satu pihak (misalnya pihak penuntut) ditanyai di persidangan oleh pengacara dari pihak lainnya (misal pembela) untuk memeriksa kesaksian yang telah diberikan oleh saksi tersebut”. Adapun pemeriksaan ini bertujuan untuk mem-validasi yaitu berupa klaim maupun dokumen yang dihadirkan di pengadilan. Bahwa pemeriksaan silang ini juga diterapkan di Pengadilan hukum Indonesia.

Bahwa kesempatan tersebut menjadi kesempatan yang digunakan oleh Penasihat Hukum Johnny Depp untuk membangun logika yang utuh tersebut dan dapat diterima oleh para juri, namun berbeda hal dengan pihak Amber Heard yang mana melalui Katemoss justru membuat dalil yang telah diajukan menjadi kabur dan inkonsisten.

Camille Vasquez yang secara detail memeriksa kesaksian pihak Amber mendapatakan celah dari suatu kelalaian pihak Amber, yang mana hal ini akan menjadi dampak besar bagi pihak Amber dikemudian hari, yaitu mengenai Kosmetika Amber Heard. Amber Heard menyatakan bahwa ia menggunakan kosmetik bermerek “Milani Conceal And Perfect All-in-One Correcting Kit” selama ia berhubungan dengan Johnny. Bahwa ia mengakui ia menggunakan kosmetik tersebut bertujuan untuk menyamarkan memar dan lebam akibat kekerasan fisik yang ia alami selama berhubungan dengan Johnny, namun bak bagai bumerang, pernyataan tersebut menjadi senjata untuk Amber sendiri, dimana diketahui bahwa Manajemen Kosmetik tersebut mengungkapkan bahwa dugaan pelecehan sekitar tahun 2014-2016 sedangkan Johnny dan Amber bercerai pada tahun 2016, namun siapa sangka tanggal rilis make up tersebut adalah Desember 2017.

Bahwa terlihat disini Amber Heard memberikan pernyataan palsu yang menjadi senjata makan tuan bagi Amber Heard. Maka dari itu logika ini menjadi kunci juri memenangkan Pihak Johnny Depp, bahwa menurut penulis sikap juri merupakan sikap yang tepat dikarenakan menurut penulis bahwa “satu kebohongan sudah menjadi penjamin akan ada kebohongan berikutnya”.

KESIMPULAN

Sistem peradilan yang menggunakan sistem juri merupakan suatu sistem yang sangat menggantungkan diri kepada logika keadilan. Kesalahan atau inkonsistensi terhadap suatu dalil/kesaksian akan menjadi senjata bagi diri sendiri, sehingga pentingnya prinsip kehati-hatian adalah kunci untuk dapat diterima oleh akal sehat para juri sebagai masyarakat awam. Maka yang dapat diambil jadi pelajaran untuk diterapkan di ranah Pengadilan Indonesia bahwa konsistensi dalil, kesaksian dan pernyataan wajib untuk dilaksanakan guna mencapai taraf kebenaran peristiwa sehingga tercapainya keadilan yang runut menjadi ekor akhir dari suatu putusan dan tentu media massa bukan menjadi suatu tembok bagi hakim memutuskan berdasarkan keadilan, dan bukan berdasarkan status.

Recent Posts

Send this to a friend